Presiden Prabowo Instruksikan Investigasi Mendalam Kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di Laut Jawa

Presiden Prabowo Instruksikan Investigasi Mendalam Kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di Laut Jawa

JAKARTA — Kepala Basarnas Mohammad Syafi'i melaporkan kronologi kecelakaan kapal yang berlayar dari Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, itu. Kapal membawa 243 penumpang dan 89 kendaraan, berangkat pada 13 September 2026.

Sekitar pukul 01.00, kapal menghadapi cuaca buruk berupa gelombang kuat dan angin kencang. Satu jam berikutnya kondisi kapal dilaporkan mengalami kemiringan berat, lalu kehilangan kemampuan komunikasi.

Pada pukul 04.10, Badan SAR Nasional mengaktifkan operasi SAR melalui Basarnas Command Center.

108 Penumpang Selamat, 6 Korban Meninggal di Hari Pertama

Basarnas mengerahkan unsur laut dan udara menuju lokasi kecelakaan. Sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi turut membantu evakuasi.

"Kami sampaikan mulai dari kapal MT Mauhau, kapal TB TCP, Haida, KM Cahaya Bahari, dan kapal Nelayan Sri Asih, telah berhasil mengevakuasi korban dengan jumlah 108 kondisi selamat dan 6 kondisi meninggal. Jadi total korban yang terevakuasi pada hari pertama sebanyak 114 korban," ujar Kepala Basarnas.

Hari Keempat: Tiga Tim Dikerahkan untuk Operasi Bawah Air

Memasuki hari keempat, pencarian dan evakuasi terus dilakukan dengan mengerahkan unsur udara dan laut. Basarnas menyiapkan tiga tim untuk operasi bawah air.

Operasi itu didukung KRI Canopus milik Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal). "Hari ini, memasuki hari keempat, operasi kami tetap melaksanakan, baik itu dari unsur udara, kemudian unsur laut, dan kami menyiapkan tiga tim untuk melaksanakan operasi sub underwater," kata Kepala Basarnas.

Tiga tim tersebut terdiri dari satu tim Basarnas Special Group dan dua tim TNI Angkatan Laut, yakni pasukan katak dan penyelam khusus.

Hak Keluarga Korban dan Penyelidikan Lintas Instansi

Dalam rapat terbatas, Presiden Prabowo meminta Kementerian Perhubungan memastikan hak-hak keluarga korban dipenuhi sebaik-baiknya. Penyelidikan menyeluruh juga diminta melibatkan unsur Polri dan TNI.

"Tolong dikoordinasikan langkah-langkah selanjutnya bersama dengan Basarnas, juga pastikan hak-hak keluarga korban itu dipenuhi dengan sebaik-baiknya. Selanjutnya juga saya minta investigasi yang mendalam dan objektif tentang kejadian tersebut," ujar Presiden Prabowo seperti dikabarkan laman Setneg.

Koordinasi lintas instansi itu mencakup Kementerian Perhubungan, Basarnas, Polri, dan TNI. Operasi SAR di perairan Laut Jawa masih berlanjut hingga hari keempat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index