SUKSESFINANSIAL.ID — Sebanyak 149 atlet mahasiswa dari 17 perguruan tinggi lintas provinsi ambil bagian dalam ajang yang menerapkan sistem skor terbaru Badminton World Federation (BWF) ini. Empat tim semifinalis beregu memastikan tiket melaju ke putaran puncak The Nationals di Bandung pada September mendatang.
Adaptasi Dini Regulasi Anyar BWF
Campus League sengaja memakai sistem poin terbaru BWF lebih awal. Langkah ini diambil agar para pemain dan perangkat pertandingan tidak kaget saat regulasi tersebut resmi diberlakukan secara menyeluruh.
“Kami memang menerapkan sistem skor terbaru BWF untuk curi start, karena sudah ada kepastian akan diberlakukan regulasi baru ini secara menyeluruh. Jadi kami ingin para pemain, perangkat pertandingan, dan semua yang terlibat lebih cepat familiar, karena semakin terbiasa tentu akan semakin baik,” ungkap CEO Campus League, Ryan Gozali.
Ryan menegaskan bahwa kebijakan ini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas bulu tangkis nasional. "Kami melihatnya sederhana, tapi arahnya memang jangka panjang," tegasnya.
Menjaring Talenta yang Tak Tembus Pelatnas
Turnamen ini bukan sekadar ajang mencari juara. Ryan Gozali menyebut kehadiran kompetisi ini adalah upaya menjaga prestasi bulu tangkis Indonesia, khususnya di level perguruan tinggi.
“Badminton merupakan salah satu olahraga unggulan dari Indonesia dan itu sesuatu yang kita bersama ingin terus jaga. Campus League ingin berkontribusi paling tidak di level kampus,” terang Ryan dalam sesi jumpa pers.
“Campus League sebenarnya hadir di badminton untuk bisa menaungi talenta-talenta pebulutangkis yang sangat baik, tapi mungkin tidak bisa menembus ke Pelatnas,” lanjutnya.
Semarang Jadi Ruang Kompetitif Atlet Mahasiswa
Selama empat hari penyelenggaraan, Polytron Stadium menjadi saksi persaingan ketat antarperguruan tinggi. Kompetisi ini dirancang untuk membuktikan bahwa atlet tidak harus memilih antara olahraga dan pendidikan.
“Ajang ini juga dirancang agar atlet tidak harus memilih antara olahraga dan pendidikan,” urai Ryan menjelaskan visi utama penyelenggaraan.
Dengan tuntasnya babak regional, Semarang kini menyerahkan estafet perjuangan kepada empat tim terbaik untuk bersaing di panggung yang lebih besar di Bandung. Seluruh perhatian akan tertuju pada The Nationals sebagai puncak kompetisi level kampus tahun ini.