BMKG Catat 26 Gempa Guncang Kabupaten Bandung Sejak Pagi, 3 Kali Dirasakan Warga Pangalengan

Kamis, 17 September 2026 | 00:23:02 WIB
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Suaidi Ahadi menyatakan 26 gempa tercatat mengguncang Kabupaten Bandung sejak pagi.

BANDUNG — Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Suaidi Ahadi menyatakan rangkaian aktivitas seismik itu terpantau sejak pagi dan terus dipantau hingga sore. Dari 26 kejadian, tiga gempa tercatat dirasakan oleh masyarakat.

Salah satu gempa terjadi pada pukul 17.14 WIB dengan magnitudo 2,8. Episenter berada di koordinat 7,26 derajat Lintang Selatan dan 107,61 derajat Bujur Timur, di darat sekitar 28 kilometer tenggara Kabupaten Bandung, pada kedalaman lima kilometer.

Gempa Dangkal akibat Aktivitas Sesar Aktif

Suaidi menjelaskan karakter gempa yang mengguncang wilayah tersebut berdasarkan kedalaman sumbernya.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif," ujarnya.

Menurut laporan masyarakat, getaran gempa dirasakan di wilayah Pangalengan, Kabupaten Bandung, dengan skala intensitas III MMI. Pada skala itu, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk yang sedang melintas.

Belum Ada Laporan Kerusakan Bangunan

BMKG menyatakan hingga saat ini belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Tidak ada pula laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi.

Meski demikian, warga diminta tetap waspada karena rangkaian gempa dangkal bisa berlanjut. Suaidi mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi atau isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Ia meminta masyarakat memastikan informasi mengenai aktivitas gempa hanya diperoleh dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.

Langkah Kesiapsiagaan yang Diminta BMKG

Selain imbauan tenang, BMKG mendorong warga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa susulan. Langkah yang diminta antara lain:

  • Memastikan bangunan memiliki ketahanan terhadap gempa
  • Menyiapkan tas siaga bencana
  • Berlatih langkah penyelamatan diri ketika terjadi gempa

"Perkuat juga mitigasi bencana, baik struktural maupun kultural, dan melakukan edukasi secara masif terkait potensi gempa dan dampak serta mitigasinya," kata Suaidi.

Rangkaian 26 gempa ini tercatat sebagai aktivitas seismik yang cukup intens dalam satu hari di wilayah Kabupaten Bandung. Warga di kawasan selatan Bandung, termasuk Pangalengan, disarankan memantau pembaruan resmi BMKG sebelum mempercayai informasi yang beredar di media sosial.

Tags

Terkini