BOGOR — Pembukaan MASTA UIB 2026 menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan perguruan tinggi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi proses pendidikan di tingkat universitas. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Rektor UIB Dr. Syamsul Rizal MZ., S.H.I., M.Pd.I.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan rasa bangga melihat antusiasme mahasiswa baru dalam melanjutkan pendidikan. Ia menilai semangat generasi muda menuntut ilmu merupakan bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang mampu menghadapi berbagai perubahan zaman.
Ngonten Boleh, tapi Harus Punya Ilmu
Rektor mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan perkembangan teknologi dan media sosial secara bijak. Menurutnya, mahasiswa memiliki kesempatan luas untuk berkarya melalui berbagai platform digital, tetapi aktivitas itu perlu disertai pengetahuan yang memadai.
"Ngonten boleh, tapi harus punya ilmu," tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penekanan agar mahasiswa baru tidak hanya mengikuti perkembangan dunia digital. Mereka juga diminta memiliki dasar pengetahuan ketika menghasilkan maupun menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Dari Siswa ke Mahasiswa: Bukan Sekadar Ganti Status
Dr. Syamsul Rizal menjelaskan bahwa memasuki perguruan tinggi merupakan bagian dari proses transformasi dari seorang siswa menjadi mahasiswa. Perubahan tersebut tidak hanya ditandai dengan perubahan status pendidikan, tetapi juga perlu diikuti dengan perubahan cara berpikir dan sikap dalam menghadapi berbagai persoalan.
Kehidupan akademik di perguruan tinggi menuntut mahasiswa mulai membangun budaya berpikir secara kritis, berdiskusi, bermusyawarah, serta mampu mengembangkan ide dan gagasan. Mahasiswa juga diharapkan tidak sekadar menyampaikan pendapat berdasarkan asumsi, tetapi mampu mendukung argumentasinya dengan data.
Budaya berpikir tersebut diharapkan menjadi bekal mahasiswa dalam menghadapi persoalan, baik di lingkungan kampus maupun ketika terjun ke tengah masyarakat. Kemampuan mengolah informasi, berdiskusi, serta menyampaikan gagasan secara terukur menjadi bagian dari proses pendidikan yang perlu dibangun sejak awal perkuliahan.
Target Lulus Empat Tahun dan Tantangan Perkuliahan
Rektor mengakui bahwa perjalanan pendidikan di perguruan tinggi tidak selalu mudah. Mahasiswa akan menghadapi berbagai tantangan selama menjalani proses perkuliahan. Namun, tantangan tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang membentuk pola pikir, pengalaman, dan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi kehidupan di masa mendatang.
Selain mendorong mahasiswa aktif mengembangkan kemampuan, Dr. Syamsul Rizal menyampaikan target UIB agar mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan dalam waktu empat tahun. Target tersebut diharapkan diiringi dengan kesungguhan mengikuti perkuliahan, menjaga semangat belajar, serta memanfaatkan berbagai kesempatan pengembangan diri yang tersedia di lingkungan kampus.
MASTA Jadi Ruang Awal Kehidupan Akademik dan Kemahasiswaan
MASTA menjadi ruang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan akademik dan kemahasiswaan di UIB. Setelah memasuki lingkungan perguruan tinggi, mahasiswa tidak hanya memiliki tanggung jawab mengikuti kegiatan perkuliahan, tetapi juga memiliki kesempatan mengembangkan potensi melalui berbagai aktivitas kampus.
Dengan dibukanya kegiatan MASTA secara resmi, mahasiswa baru UIB diharapkan memulai perjalanan pendidikan dengan semangat dan kesiapan beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi. Proses tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu berpikir, berdiskusi, berkarya, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, Dr. Syamsul Rizal menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru di lingkungan Universitas Islam Bogor. Ia berharap seluruh mahasiswa dapat menjalani proses perkuliahan dengan penuh semangat, memanfaatkan masa pendidikan dengan sebaik-baiknya, serta diberikan kekuatan untuk menyelesaikan pendidikan hingga akhir.