Prochiz

Prochiz Catat Kinerja Keuangan Mengesankan dan Pertumbuhan Penjualan di Seluruh Segmen

Prochiz Catat Kinerja Keuangan Mengesankan dan Pertumbuhan Penjualan di Seluruh Segmen
Prochiz Catat Kinerja Keuangan Mengesankan dan Pertumbuhan Penjualan di Seluruh Segmen

JAKARTA - PT Mulia Boga Raya Tbk. (KEJU), produsen keju Prochiz, mencatat kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025. Pendapatan perseroan mencapai Rp1,50 triliun pada periode Januari–Desember 2025, meningkat 19,13 persen year-on-year (YoY) dibandingkan Rp1,26 triliun pada 2024.

Pertumbuhan Segmen Penjualan Keju

Tumbuhnya pendapatan terjadi karena tiga segmen penjualan KEJU bertumbuh kompak. Segmen Keju Blok mencatat pertumbuhan 20,85 persen YoY menjadi Rp1,16 triliun, Keju Lembaran tumbuh 11,27 persen YoY menjadi Rp309,48 miliar, dan segmen lain-lain meningkat 47,85 persen YoY menjadi Rp26,94 miliar.

Kinerja positif segmen ini menunjukkan permintaan konsumen yang terus meningkat. Keberhasilan tersebut menjadi indikator kuat bagi posisi Prochiz di pasar domestik keju Indonesia.

Beban Pokok Pendapatan dan Laba Bruto

Seiring peningkatan penjualan, KEJU mencatat beban pokok pendapatan membengkak menjadi Rp1,05 triliun pada 2025. Beban tersebut naik 18,01 persen YoY dari Rp890,58 miliar pada 2024, terutama akibat kenaikan biaya bahan baku menjadi Rp944,39 miliar dan beban tenaga kerja langsung Rp50,92 miliar.

Meski begitu, laba bruto perseroan tetap meningkat menjadi Rp455,29 miliar, tumbuh 21,81 persen YoY dari Rp373,74 miliar. Hal ini menunjukkan efisiensi pengelolaan biaya meski terjadi kenaikan pengeluaran produksi.

Laba Bersih dan Keberlanjutan Kinerja

Setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, KEJU membukukan laba bersih Rp179,44 miliar pada 2025. Angka ini meningkat 22,17 persen YoY dari Rp146,88 miliar, menegaskan kinerja keuangan perusahaan yang tetap sehat di tengah kenaikan biaya operasional.

Laba bersih yang meningkat mencerminkan kemampuan perseroan mempertahankan margin keuntungan. Hal ini penting bagi keberlanjutan pertumbuhan dan ekspansi bisnis Prochiz ke depannya.

Struktur Aset dan Liabilitas

Total aset KEJU per Desember 2025 tercatat Rp1,25 triliun, naik dari Rp974,05 miliar pada Desember 2024. Pertumbuhan aset disebabkan oleh kenaikan baik aset lancar maupun tidak lancar perseroan, yang memperkuat posisi keuangan jangka panjang.

Sementara itu, total liabilitas perseroan membengkak menjadi Rp406,39 miliar, meningkat dari Rp234,19 miliar pada akhir 2024. Kenaikan liabilitas terutama berasal dari liabilitas jangka pendek yang mencapai Rp404,74 miliar, sementara liabilitas jangka panjang menyusut menjadi Rp1,65 miliar.

Ekuitas Perseroan dan Prospek Pertumbuhan

Ekuitas KEJU tumbuh menjadi Rp845,08 miliar per Desember 2025, naik dari Rp739,86 miliar pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan perbaikan struktur modal dan memperkuat kapasitas perseroan untuk menghadapi tantangan bisnis maupun peluang ekspansi.

Dengan kinerja positif di seluruh segmen dan struktur keuangan yang sehat, KEJU memiliki pondasi kuat untuk melanjutkan pertumbuhan. Strategi pengembangan produk dan peningkatan efisiensi operasional diyakini akan mendorong pencapaian target keuangan di tahun-tahun mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index