JAKARTA - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) membukukan pendapatan signifikan dari pengelolaan limbah senilai USD155,4 juta. Angka ini menyumbang 41 persen dari total pendapatan perseroan, menunjukkan diversifikasi bisnis yang semakin kuat.
Diversifikasi Mengurangi Eksposur Batu Bara
Direktur TBS, Juli Oktarina, menekankan bahwa diversifikasi bisnis mengurangi dampak volatilitas harga batu bara global. "Melalui komposisi bisnis yang semakin terdiversifikasi, eksposur terhadap volatilitas harga batu bara global pun semakin berkurang," ujarnya, Selasa 10 Maret 2026.
Segmen pertambangan dan perdagangan batu bara tetap memberikan kontribusi, dengan pendapatan USD194,6 juta atau 51 persen dari total. Namun, angka ini turun drastis dibandingkan 81 persen pada tahun sebelumnya, mencerminkan arah strategis TBS menurunkan ketergantungan pada batu bara.
EBITDA Positif Meski Laba Bersih Terkoreksi
Meskipun menghadapi tekanan pasar batu bara, EBITDA disesuaikan TBS tetap positif sebesar USD47,2 juta pada 2025. Posisi kas juga sehat dengan saldo USD102,3 juta, meningkat 15 persen dibandingkan 2024.
Namun, perseroan masih mencatat rugi bersih USD162 juta sepanjang 2025. Penurunan ini disebabkan merosotnya harga batu bara dunia dan kerugian non-kas serta tidak berulang dari divestasi aset PLTU senilai USD97 juta.
Strategi Transformasi Jangka Panjang
Juli menekankan bahwa rugi akuntansi merupakan bagian dari proses transisi sekali jalan untuk membuka arus kas jangka panjang yang lebih berkualitas. Selain itu, aset berkelanjutan yang dimiliki pada 2025 menjadi tonggak penting transformasi TBS.
“Keputusan penyesuaian struktural diambil dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang, guna mengakselerasi pertumbuhan pada tiga pilar bisnis masa depan perseroan,” jelasnya. Tiga pilar tersebut meliputi pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik.
Tekanan Pasar Energi Global
Juli menyebut langkah strategis TBS semakin relevan di tengah eskalasi ketegangan geopolitik yang menekan pasar energi global. "Perseroan memandang diversifikasi bisnis sebagai kunci resiliensi dan mitigasi risiko," ujarnya.
Sektor pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik kini menjadi peluang krusial bagi ketahanan energi nasional. Inovasi seperti skema rent-to-own pada ekosistem motor listrik Electrum membantu mengurangi dampak fluktuasi harga energi bagi pekerja sektor informal.
Progres TBS2030 dan Peta Jalan Bisnis
Fundamental perseroan tetap solid dengan EBITDA positif dan strategi regional yang semakin jelas. "Optimisme ini diperkuat oleh progres peta jalan TBS2030 yang terus menunjukkan kemajuan," kata Juli.
Perusahaan menekankan pentingnya langkah proaktif dalam penataan portofolio untuk memperkuat kualitas neraca. Transformasi ini menargetkan pertumbuhan di sektor dengan profil pendapatan lebih stabil dan valuasi jangka panjang yang lebih tinggi.
Percepatan Dekarbonisasi dan Netral Karbon 2030
TBS berhasil menurunkan emisi karbon dengan divestasi dua unit PLTU yang menyumbang 86 persen emisi portofolio pembangkit, sekitar 1,4 juta ton CO2 per tahun. Pada November 2025, perseroan meluncurkan Climate Transition Plan (CTP) untuk dekarbonisasi operasional dan portofolio.
Pencapaian ini mendekatkan TBS pada target netral karbon 2030 dalam visi Towards a Better Society. Perusahaan secara menyeluruh menata ulang portofolio sebagai bagian dari langkah strategic repositioning yang memperkuat struktur bisnis dan fondasi keuangan.
Akuisisi Sembcorp Environment dan Ekspansi Regional
Pada 2025, TBS menyelesaikan akuisisi Sembcorp Environment yang kini beroperasi dengan nama Cora Environment. Akuisisi ini memperkuat posisi TBS sebagai pemimpin pasar pengelolaan limbah di Singapura.
Langkah ini juga meningkatkan kapasitas aset untuk mendukung pertumbuhan pendapatan jangka panjang. Juli menekankan bahwa integrasi aset ini menjadi fondasi penting bagi ekspansi regional TBS ke sektor energi bersih.
Strategi dan Prospek TBS
Meskipun menghadapi kerugian bersih akibat harga batu bara yang turun dan divestasi PLTU, TBS tetap optimistis. Transformasi ke sektor pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik dipandang sebagai fondasi pertumbuhan berkelanjutan.
Dengan strategi diversifikasi, percepatan dekarbonisasi, dan akuisisi regional, TBS menempatkan dirinya sebagai pemain kunci transisi energi di Indonesia. Langkah ini tidak hanya menjaga keberlanjutan bisnis tetapi juga memperkuat kontribusi TBS pada ketahanan energi nasional.