Harga Cabai

Harga Cabai Rawit Merah Turun 8,62 Persen, Daging Ayam Stabil Awal Maret 2026

Harga Cabai Rawit Merah Turun 8,62 Persen, Daging Ayam Stabil Awal Maret 2026
Harga Cabai Rawit Merah Turun 8,62 Persen, Daging Ayam Stabil Awal Maret 2026

JAKARTA - Pergerakan harga pangan strategis kembali menjadi sorotan publik menjelang awal Maret 2026. Kali ini, kabar baik datang dari komoditas cabai rawit merah dan daging ayam ras yang menunjukkan tren penurunan di berbagai daerah.

Penurunan harga tersebut dinilai sebagai sinyal membaiknya kondisi pasokan dan distribusi pangan nasional. Pemerintah pun memastikan langkah stabilisasi yang dilakukan selama ini mulai memberikan dampak nyata di lapangan.

Kepala Badan Pangan Nasional (Kabapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan harga cabai dan daging ayam mulai turun seiring membaiknya pasokan serta stabilisasi yang dilakukan pemerintah di berbagai daerah.

“Alhamdulillah, harga cabai rawit merah dan daging ayam menunjukkan tren penurunan. Ini buah dari kerja bersama, baik dari sisi pasokan maupun pengawasan distribusi," kata Amran dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Ia menyampaikan tren harga dua komoditas pangan strategis pada cabai rawit merah dan daging ayam ras menunjukkan penurunan signifikan secara nasional. Kondisi ini memperlihatkan bahwa langkah pengendalian yang dilakukan berjalan sesuai harapan.

Ia menyebutkan berdasarkan data Panel Harga Pangan yang dikelola Bapanas periode 23 Februari 2026 hingga 1 Maret 2026, harga cabai rawit merah menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan. Data tersebut menjadi rujukan utama dalam memantau dinamika harga secara nasional.

Tren Penurunan Harga Cabai Rawit Merah Secara Nasional

Pada 23 Februari 2026, harga cabai rawit merah tercatat sebesar Rp77.645 per kilogram, kemudian turun secara bertahap menjadi Rp70.953 per kilogram pada 1 Maret 2026. Secara kumulatif, terjadi penurunan sekitar 8,62 persen dalam sepekan.

Penurunan tersebut menunjukkan koreksi harga yang cukup dalam dalam waktu relatif singkat. Pergerakan ini sekaligus menandakan adanya perbaikan keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar.

"Tren ini memperlihatkan koreksi harga yang konsisten dan cenderung melandai menjelang awal Maret," ujarnya. Pernyataan itu menegaskan bahwa tren penurunan tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan bertahap.

Secara umum, tekanan harga cabai mulai mereda dibandingkan periode sebelumnya yang sempat mengalami lonjakan tinggi. Situasi ini memberi ruang bagi konsumen untuk memperoleh harga yang lebih terjangkau.

Pergerakan Harga di Berbagai Daerah Hasil Sidak Pasar

Kecenderungan penurunan harga dua komoditas tersebut juga terlihat dari sidak yang dilakukan di berbagai daerah pada 28 Februari 2026. Hasil pemantauan lapangan menunjukkan adanya koreksi harga yang cukup nyata.

Di Pasar Sentral Mamuju, Sulawesi Barat, harga cabai rawit merah turun signifikan dari Rp50.000 per kilogram menjadi Rp40.000 per kilogram. Penurunan tersebut memperlihatkan dampak langsung dari kelancaran distribusi.

Di Pasar Induk Wonosobo, Jawa Tengah, harga juga terkoreksi tajam dari Rp120.000 per kilogram pada hari sebelumnya menjadi Rp80.000 per kilogram dan kembali turun ke kisaran Rp75.000 per kilogram. Koreksi beruntun itu menunjukkan tekanan harga mulai berkurang.

Di Pasar Cikpuan Riau, harga bahkan berada jauh di bawah harga acuan penjualan (HAP), yakni Rp40.000 per kilogram. Kondisi ini memperlihatkan bahwa suplai di wilayah tersebut relatif mencukupi.

Sementara itu, di Gorontalo harga terpantau sesuai HAP sebesar Rp57.000 per kilogram. Stabilitas ini menandakan harga berada dalam rentang yang telah ditetapkan pemerintah.

Meski di beberapa wilayah seperti Jawa Timur dan Banten harga masih berada di atas HAP, masing-masing di kisaran Rp80.000 per kilogram dan Rp100.000 per kilogram, tren penurunan mulai terbentuk seiring membaiknya distribusi. Perbaikan pasokan diharapkan terus mendorong harga turun ke level yang lebih wajar.

Selain itu, penguatan pengawasan rantai pasok dilakukan melalui aksi guyur cabai dengan kolaborasi petani champion cabai binaan Kementerian Pertanian bersama Bapanas melalui skema Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP). Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Stabilitas Harga Daging Ayam Ras Tetap Terjaga

Sementara itu, harga daging ayam ras relatif lebih stabil dengan kecenderungan menurun. Pada 23 Februari 2026 harga berada di Rp41.293 per kilogram dan perlahan bergerak turun hingga Rp40.767 per kilogram pada 1 Maret 2026, atau terkoreksi sekitar 1,27 persen.

Pola tersebut menunjukkan harga daging ayam ras berada dalam kondisi stabil dengan fluktuasi yang terkendali. Tidak terjadi lonjakan tajam yang dapat membebani konsumen.

Untuk komoditas daging ayam ras, kondisi nasional relatif lebih stabil di berbagai daerah. Di sebagian besar wilayah seperti Jawa Timur, Kalimantan Barat, Gorontalo, Jawa Tengah, dan Banten, harga berada pada kisaran Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram atau sesuai HAP.

Bahkan di Riau dan Sulawesi Barat, harga tercatat berada di bawah HAP, masing-masing Rp33.000 hingga Rp35.000 per kilogram dan Rp37.500 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan pasokan yang memadai di tingkat pasar.

Tidak ditemukan lonjakan signifikan pada komoditas ini, dan pasokan terpantau cukup di tingkat pasar tradisional maupun ritel modern. Stabilitas tersebut memberi kepastian bagi konsumen maupun pelaku usaha.

Pengawasan dan Komitmen Pemerintah Jaga Keseimbangan Harga

Amran menegaskan tren penurunan itu merupakan hasil dari penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga melalui intensifikasi pengawasan Satgas Saber Pelanggaran Pangan di lapangan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada praktik yang merugikan masyarakat.

"Kami pastikan stabilitas harga dan pasokan terus dijaga. Sidak pasar akan terus dilakukan, dan tidak boleh ada pelaku usaha yang mempermainkan harga pangan,” tegas Amran.

Pemerintah optimistis stabilitas pangan nasional tetap terjaga sekaligus menjaga inflasi pangan tetap terkendali. Sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan pasar.

"Kita ingin masyarakat mendapatkan harga yang wajar, peternak dan petani tetap memperoleh margin yang sehat, dan distribusi berjalan adil. Negara hadir untuk memastikan keseimbangan itu,” kata Amran.

Dengan tren penurunan yang mulai terbentuk pada cabai rawit merah dan stabilnya harga daging ayam ras, pemerintah berharap kondisi ini terus berlanjut. Stabilitas tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan keberlanjutan usaha petani dan peternak di berbagai daerah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index