Triputra Investindo Arya

Triputra Investindo Arya Lakukan Divestasi Saham AADI, Begini Dampaknya Bagi Investor

Triputra Investindo Arya Lakukan Divestasi Saham AADI, Begini Dampaknya Bagi Investor
Triputra Investindo Arya Lakukan Divestasi Saham AADI, Begini Dampaknya Bagi Investor

JAKARTA - Salah satu pemegang saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), Triputra Investindo Arya, melepas sebagian kepemilikannya di perusahaan tersebut. Transaksi ini dilakukan pada 18 Februari 2026 dengan total penjualan 3.841.900 saham AADI pada harga Rp8.789 per saham.

Nilai transaksi ini mencapai sekitar Rp33,77 miliar. Langkah divestasi ini merupakan bagian dari strategi manajemen Triputra Investindo Arya untuk menyesuaikan portofolio investasinya.

Profil Triputra Investindo Arya

Triputra Investindo Arya merupakan perusahaan induk investasi di Indonesia yang didirikan oleh Theodore Permadi Rachmat pada Oktober 1998. Perusahaan ini memiliki portofolio bisnis yang beragam, termasuk agribisnis, manufaktur, pertambangan, perdagangan, dan jasa.

Portofolio yang luas ini menjadikan Triputra Investindo Arya sebagai salah satu pemain penting di pasar investasi domestik. Divestasi saham AADI menjadi bagian dari strategi pengelolaan aset yang lebih fokus.

Sejarah dan Profil AADI

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) didirikan pada 2004 sebagai anak usaha PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). Perusahaan bergerak di sektor pertambangan batubara termal dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 5 Desember 2024.

AADI berkembang pesat sejak pencatatan sahamnya, menarik perhatian investor di sektor energi. Kinerja saham perusahaan menunjukkan tren positif meski terjadi volatilitas sesaat.

Dampak Divestasi terhadap Kepemilikan Saham

Manajemen Triputra Investindo Arya menyatakan bahwa tujuan penjualan ini adalah divestasi dengan status kepemilikan langsung. Setelah transaksi, kepemilikan saham mereka di AADI berkurang dari 38,57 juta saham (0,5%) menjadi 34,72 juta saham (0,45%).

Pengurangan ini menandai penyesuaian minor dalam portofolio, namun tetap memberikan pengaruh terhadap struktur kepemilikan. Investor perlu memperhatikan perubahan ini untuk menilai potensi dampak terhadap pasar saham AADI.

Pergerakan Harga Saham AADI Pasca Transaksi

Di pasar, harga saham AADI terkoreksi 2,36% ke level Rp9.325 per saham pada Jumat, 20 Februari 2026. Meski ada koreksi singkat, sepanjang tahun 2026, harga saham AADI tercatat melonjak 32,27%.

Kenaikan tahunan ini menunjukkan minat investor tetap tinggi terhadap saham AADI. Penjualan Triputra Investindo Arya tidak mengubah tren positif kinerja saham secara keseluruhan.

Strategi Investasi dan Diversifikasi Portofolio

Divestasi ini merupakan bagian dari strategi investasi jangka panjang Triputra Investindo Arya. Dengan melepas sebagian saham, perusahaan bisa mengalokasikan dana untuk peluang lain yang lebih strategis atau menyesuaikan rasio portofolio.

Investor yang mengikuti pergerakan saham AADI disarankan memperhatikan perubahan kepemilikan besar. Hal ini membantu menilai dinamika pasar dan mengambil keputusan investasi yang lebih tepat.

Tren Kinerja Saham AADI

Saham AADI mencatat pertumbuhan signifikan sejak awal tahun 2026. Kenaikan 32,27% sepanjang tahun menunjukkan fundamental perusahaan yang kuat dan prospek sektor batubara yang tetap menarik bagi investor.

Pergerakan saham AADI cenderung stabil meski terjadi fluktuasi jangka pendek. Divestasi Triputra Investindo Arya menjadi salah satu faktor yang memengaruhi volatilitas, namun tidak mengubah tren naik jangka panjang.

Divestasi Triputra Investindo Arya dan Peluang Investor

Penjualan 3,84 juta saham AADI oleh Triputra Investindo Arya menandai strategi pengelolaan portofolio yang matang. Investor tetap bisa memanfaatkan tren pertumbuhan saham AADI yang kuat sepanjang tahun 2026.

Dengan kinerja saham yang meningkat dan kepemilikan publik yang beragam, peluang investasi di AADI tetap menarik. Perubahan minor kepemilikan ini lebih menekankan pada dinamika pasar daripada risiko jangka panjang bagi investor.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index