Erick Thohir Ungkap Strategi Optimalisasi Rumah Sakit Olahraga Nasional Bersama Danantara

Jumat, 27 Februari 2026 | 14:18:32 WIB
Erick Thohir Ungkap Strategi Optimalisasi Rumah Sakit Olahraga Nasional Bersama Danantara

JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan rencana pengelolaan Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON) di Cibubur, Jakarta Timur, akan bekerja sama dengan lembaga pengelola investasi negara Danantara Indonesia. “Kami akan membentuk Badan Layanan Umum (BLU) untuk nanti bekerja sama dengan Danantara mengelola RSON,” kata Erick Thohir dalam acara silaturahmi dengan awak media di Jakarta, Selasa malam.

Kerja sama ini ditujukan agar RSON dapat dimanfaatkan secara produktif dan berkelanjutan. Langkah ini menekankan pemanfaatan aset negara untuk mendukung fasilitas olahraga tanpa menjadi aktivitas bisnis kementerian.

Integrasi dengan Cibubur Youth Elit Sport Center

Menpora menjelaskan pemerintah telah membangun fasilitas olahraga Cibubur Youth Elit Sport Center (CYESC) sebagai pusat latihan atlet muda nasional. Keberadaan RSON akan mendukung program rehabilitasi dan sport science bagi para atlet di pusat tersebut.

Namun, pemeliharaan fasilitas membutuhkan anggaran besar mencapai Rp6 miliar per tahun. Erick Thohir menekankan pengelolaan yang produktif dapat memastikan fasilitas tetap optimal dan berfungsi dengan baik.

Fokus utama bukanlah mencari keuntungan, tetapi optimalisasi aset untuk keberlanjutan fasilitas olahraga. “Jadi nanti rumah sakit juga jalan dan fasilitas olahraga juga bisa dirawat secara baik,” ujarnya.

Pembentukan BLU dan Langkah Revitalisasi

Menpora menyebut BLU akan dibentuk dalam waktu dekat agar kerja sama dengan Danantara dapat segera berjalan. Langkah ini juga menjadi bagian dari revitalisasi CYESC menjadi pusat rehabilitasi dan sport science yang modern.

Dengan keberadaan BLU, RSON dapat dikelola profesional dan dimanfaatkan secara maksimal. Sistem pengelolaan ini akan memastikan pelayanan kesehatan olahraga dan fasilitas pendukung atlet tetap terjaga kualitasnya.

Fasilitas dan Infrastruktur CYESC

CYESC dibangun secara bertahap sejak tahun 2022 dengan memanfaatkan lahan seluas 8,6 hektare. Pembangunan dimulai dari penataan kawasan, arena utama, hingga fasilitas pendukung untuk mendukung kegiatan latihan atlet.

Saat ini, fasilitas pendukung yang tersedia meliputi kolam renang standar, kolam kedap, dan kolam arus. Selain itu, terdapat lapangan olahraga multifungsi, arena panjat tebing, serta lapangan panahan untuk berbagai kegiatan atletik.

CYESC juga dilengkapi gedung pendidikan dan latihan untuk cabang olahraga angkat besi, karate, pencak silat, wushu, dan anggar. Keberadaan fasilitas ini mempermudah atlet muda untuk mengakses pelatihan dan pendidikan olahraga secara terpadu.

GOR Persahabatan Korea-Indonesia dan Pengembangan Multifungsi

Selain itu, GOR Pusat Olahraga Persahabatan Korea-Indonesia menjadi arena multifungsi untuk latihan dan pertandingan. Fasilitas ini mendukung olahraga taekwondo, bulu tangkis, bola voli, futsal, dan bola basket.

GOR tersebut memungkinkan kegiatan olahraga lintas cabang dilaksanakan secara efisien. Hal ini menunjukkan strategi kementerian dalam membangun fasilitas yang fleksibel dan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Erick Thohir menegaskan, pengelolaan profesional melalui BLU bertujuan menjaga keberlanjutan fasilitas olahraga dan RSON. Optimalisasi ini diharapkan menjadikan CYESC sebagai pusat unggulan bagi pembinaan atlet nasional.

Pengelolaan RSON bersama Danantara juga akan meningkatkan kualitas pelayanan rehabilitasi bagi atlet. Fasilitas medis dan latihan akan bersinergi untuk mendukung performa atlet secara keseluruhan.

Langkah ini menjadi model bagi pengelolaan fasilitas olahraga lain di Indonesia. Pemerintah ingin memastikan investasi yang telah dibangun memberikan manfaat jangka panjang bagi atlet dan masyarakat luas.

Selain itu, fasilitas CYESC yang lengkap mendorong integrasi antara latihan fisik, pendidikan, dan kesehatan olahraga. Pendekatan terpadu ini diharapkan meningkatkan prestasi atlet di tingkat nasional maupun internasional.

Optimalisasi aset ini juga diharapkan meminimalkan risiko kerusakan fasilitas karena penggunaan yang tinggi. Dengan pengelolaan profesional, fasilitas olahraga dan RSON dapat tetap produktif dan aman untuk digunakan setiap hari.

Menpora menekankan bahwa pembentukan BLU bukan berarti kementerian akan masuk ke sektor bisnis. Fokus utamanya tetap pada keberlanjutan fasilitas dan pemenuhan kebutuhan atlet muda.

RSON yang dikelola dengan BLU diharapkan memberikan pelayanan medis olahraga yang profesional. Atlet dapat melakukan rehabilitasi, pemulihan cedera, dan pemeriksaan kesehatan secara optimal di satu lokasi terpadu.

CYESC dan RSON menjadi contoh sinergi antara fasilitas olahraga dan kesehatan. Hal ini memungkinkan pembinaan atlet dilakukan dengan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan.

Kementerian berharap dengan kerja sama Danantara, fasilitas dapat dimanfaatkan secara lebih produktif. Pendekatan ini diharapkan menghasilkan efisiensi biaya sekaligus menjaga kualitas layanan bagi atlet.

Langkah strategis ini juga menjadi bagian dari visi jangka panjang Menpora untuk mengembangkan olahraga nasional. Optimalisasi aset dan fasilitas yang terpadu diyakini dapat mendukung prestasi atlet muda Indonesia di kancah internasional.

Terkini